Bogor – Mahasiswa Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Dewantara Angkatan 37–38 Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) melaksanakan kegiatan Pengabdian Masyarakat di Desa Sasak Panjang, Kecamatan Tajurhalang, Kabupaten Bogor, dengan mengusung tema “Hijaukan Bumi, Terangi Jalan.”
Kegiatan tersebut diwujudkan melalui penanaman 200 bibit tanaman buah alpukat dan 10 bibit durian, serta pemasangan lampu penerangan jalan di sejumlah titik yang sebelumnya minim cahaya. Program ini bertujuan mendukung penghijauan lingkungan sekaligus meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat desa.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini mendapat sambutan positif dari Pemerintah Desa Sasak Panjang serta dukungan dari pimpinan dan civitas akademika ITB Dewantara. Selain berdampak ekologis, penanaman bibit alpukat juga diharapkan dapat dikembangkan ke arah kerja sama kontrak farming sebagai peluang peningkatan ekonomi masyarakat di masa mendatang.
Ketua Panitia Pengabdian Masyarakat ITB Dewantara Angkatan 37–38 RPL, H. Aziz Lamajido, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap lingkungan dan masyarakat.
“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya berhenti pada penanaman bibit, tetapi dapat berkelanjutan. Ke depan, tanaman alpukat yang ditanam diharapkan mampu berkembang menjadi potensi kontrak farming yang melibatkan dan memberdayakan masyarakat Desa Sasak Panjang,” ujar H. Aziz Lamajido.
Kepala Desa Sasak Panjang, Hj. Andy Umi Julaeha, M.Pd, mengapresiasi kontribusi mahasiswa ITB Dewantara yang dinilai selaras dengan kebutuhan masyarakat desa.
“Kami menyambut baik dan mengucapkan terima kasih atas kepedulian mahasiswa ITB Dewantara. Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi warga, baik dalam menjaga lingkungan tetap hijau maupun meningkatkan keamanan melalui penerangan jalan,” tuturnya.
Dukungan institusional juga disampaikan oleh Wakil Rektor Institut Teknologi dan Bisnis Dewantara, Zeze Zakaria Hamzah, S.E., M.M., yang menegaskan komitmen kampus dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
“Pengabdian masyarakat merupakan bagian penting dari proses pendidikan di ITB Dewantara. Mahasiswa kami didorong untuk hadir langsung di tengah masyarakat dan memberikan kontribusi nyata yang berkelanjutan,” katanya.
Sementara itu, salah seorang warga Desa Sasak Panjang, Abdullah, mengaku merasakan dampak langsung dari kegiatan tersebut.
“Kami sebagai warga sangat terbantu. Lingkungan menjadi lebih hijau dan jalan lebih terang. Semoga pohon-pohon ini tumbuh dengan baik dan nantinya bisa memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Abdullah.
Melalui kegiatan Pengabdian Masyarakat ini, Institut Teknologi dan Bisnis Dewantara berharap dapat terus menjalin sinergi dengan pemerintah desa dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang ramah lingkungan serta berorientasi pada kesejahteraan warga.








